BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Tim Aksi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPPS) gencar melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) konvergensi stunting Semester I Tahun 2026 di 12 kecamatan mulai 18 hingga 20 Agustus 2026.
Langkah strategis ini diawali di Aula Kecamatan Simpang Empat pada Selasa (18/8/2026). Kepala Bidang PPM Bappedalitbang Tanah Bumbu, Sri Rahayu, memaparkan bahwa evaluasi difokuskan pada capaian 14 indikator intervensi spesifik yang menyasar kelompok rentan, yakni remaja putri, ibu hamil, dan balita.
Berdasarkan pemetaan lapangan, Puskesmas Mantewe dan Simpang Empat menunjukkan tren positif dalam menekan angka prevalensi stunting. Sebaliknya, wilayah kerja Puskesmas Pulau Tanjung, Karang Bintang, dan Batulicin 1 dinilai masih memerlukan intervensi kesehatan yang lebih agresif.
”Sejumlah indikator berhasil melampaui target secara signifikan, seperti skrining anemia remaja putri yang menyentuh 97,81 persen dari target 19,91 persen, serta pemberian ASI eksklusif di angka 77,52 persen,” rinci Sri Rahayu. Namun, ia juga memberikan catatan khusus pada indikator konsumsi tablet tambah darah dan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil yang masih perlu dipacu.
Ke depan, pemerintah daerah mewajibkan setiap kecamatan untuk mengorkestrasi 31 indikator intervensi spesifik dan sensitif secara terpadu. Seluruh pelaporan kinerja dan sinkronisasi data harus dikelola secara disiplin melalui platform Web Aksi Bina Bangda agar penyusunan rencana kerja Semester II lebih tepat sasaran.





