BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mulai mematangkan langkah untuk meraih penghargaan Adipura 2026.
Upaya ini ditegaskan dengan keikutsertaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanah Bumbu dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penilaian Adipura yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru belum lama ini.
Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, melalui Kepala DLH Muhammad Risdianadi, menyatakan bahwa forum ini menjadi pijakan penting untuk memperkuat komitmen daerah dalam mengelola lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci utama. Kami tidak hanya mengejar indikator penilaian, tetapi ingin memberikan dampak nyata bagi kualitas hidup masyarakat,” ujar Risdianadi.
Dalam persiapan tahun ini, Pemkab Tanah Bumbu mulai memetakan kembali titik-titik pantau prioritas. Fokus peningkatan kualitas lingkungan akan diarahkan pada beberapa area vital, mulai dari pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), pasar tradisional, terminal, hingga kawasan permukiman penduduk.
Rakoor yang mengusung tema “Sinergitas Pengelolaan Lingkungan Hidup Menuju Kalimantan Selatan Bersih, Teduh, dan Berkelanjutan” ini juga menjadi ajang evaluasi atas capaian tahun sebelumnya.
Pemerintah daerah diminta untuk lebih jeli mengidentifikasi kendala lapangan serta menyesuaikan pengelolaan sampah dengan target Kebijakan Strategis Daerah (JAKSTRADA).
Sejalan dengan arahan Provinsi, DLH Tanah Bumbu akan mendorong koordinasi lintas sektor guna memastikan seluruh instansi terkait memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Persiapan yang matang ini diharapkan mampu membawa pulang trofi Adipura sebagai bukti keberhasilan penataan kota di Bumi Bersujud.





