BATULICIN – Mengantisipasi potensi bencana alam yang bisa terjadi kapan saja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu terus memperkuat langkah kesiapsiagaan.
Berbagai upaya disiapkan, mulai dari pelatihan relawan, penguatan sumber daya manusia (SDM), hingga penyediaan sarana prasarana darurat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulhadi melalui Kasubid Pencegahan & Kesiapsiagaan BPBD, Purwanto, di Live Talkshow Radio Swara Bersujud, belum lama ini, menyampaikan bahwa pihaknya kini aktif membangun budaya sadar bencana melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana).
Tak hanya melatih relawan di tingkat desa, BPBD juga melakukan sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) baik di masyarakat maupun sekolah-sekolah.
“Kesiapsiagaan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat juga harus terlibat aktif, terutama generasi muda. Karena itu, edukasi ke sekolah menjadi langkah penting membangun kesadaran sejak dini,” tegas Purwanto.
Sementara itu, Kasubid Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Heriyadi, menambahkan bahwa BPBD juga menyiapkan strategi pascabencana dengan fokus pada peningkatan kapasitas aparatur serta relawan. Salah satunya melalui bimbingan teknis (bimtek) dan pendampingan penyusunan proposal pascabencana agar masyarakat terdampak bisa segera mendapatkan bantuan.
Dari sisi manajemen anggaran, Nursyamsiah, Kasubag Perencanaan dan Keuangan, memastikan pengelolaan dana berjalan optimal melalui penyusunan Surat Pertanggungjawaban (SJP) dan belanja operasional yang mendukung kelancaran penanganan bencana.
Sedangkan Suci Zulinda, Kasubag Evaluasi Dokumentasi & Pelaporan, berperan dalam menghimpun data, dokumentasi, serta laporan kegiatan penanggulangan bencana di lapangan.
Dengan langkah terstruktur tersebut, BPBD Tanah Bumbu berharap dapat memperkuat kesiapsiagaan, sekaligus membangun sinergi bersama masyarakat untuk menghadapi berbagai potensi bencana di daerah.






