BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, menghadiri acara serah terima jabatan (sertijab) dan pisah sambut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Batulicin yang digelar di Hotel Lotusca Batulicin, Rabu (20/5/2026).
Dalam prosesi tersebut, tampuk kepemimpinan Lapas Batulicin resmi beralih dari Arifin Akhmad kepada Thoha Yahya Umar Siddiq.
Agenda harian yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan Mulyadi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran pejabat struktural pemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Bupati Tanah Bumbu menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Arifin Akhmad atas dedikasi dan kontribusi nyata yang telah diberikan selama menakhodai Lapas Kelas III Batulicin.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan. Berbagai sinergi yang dibangun bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat telah memberikan kontribusi positif dalam menciptakan pembinaan warga binaan yang lebih baik, humanis, dan produktif,” ujar Andi Rudi Latif.
Bupati yang akrab disapa Bang Arut ini juga memberikan ucapan selamat datang kepada Kalapas yang baru, Thoha Yahya Umar Siddiq.
Ia meyakini dengan rekam jejak pengalaman yang dimiliki, pejabat baru akan mampu mempertahankan sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kedepannya.
“Kami percaya, dengan pengalaman dan kapasitas yang dimiliki, Bapak dapat melanjutkan bahkan meningkatkan berbagai program pembinaan dan pelayanan pemasyarakatan di Lapas Kelas III Batulicin,” tambah Bupati.
Senada dengan hal itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Kalsel, Mulyadi, turut memuji kinerja Arifin Akhmad yang dinilai berhasil membawa banyak perubahan positif di internal Lapas Batulicin meski dalam masa tugas yang relatif singkat.
“Kami berharap kepemimpinan yang baru mampu melanjutkan pembangunan pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, dan humanis,” harap Mulyadi.
Acara pisah sambut ini kemudian ditutup dengan prosesi penyerahan cinderamata kenang-kenangan, ramah tamah, serta sesi foto bersama sebagai simbol penghormatan atas pengabdian pejabat lama dan penyambutan bagi pejabat baru.







