BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengirim 38 Pejabat Administrator atau eselon III untuk mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan V Tahun 2026 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Rabu (19/8/2026).
Pelatihan ini dirancang untuk mencetak aparatur yang tangkas dan inovatif dalam merespons dinamika birokrasi. Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, melalui Kepala BKPSDM Rusdiansyah, menargetkan para peserta tidak sekadar mengejar sertifikat, melainkan mampu menelurkan aksi perubahan nyata yang dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat.
”Pejabat Administrator memegang posisi krusial untuk memastikan kebijakan pimpinan diterjemahkan menjadi program yang terukur dan efektif. Peserta wajib memiliki integritas, kecakapan mengambil keputusan, dan kemampuan kolaborasi lintas sektor,” tegas Rusdiansyah saat membacakan pesan Bupati.
Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang serba cepat, transparan, dan responsif membuat kapasitas kepemimpinan birokrasi harus terus diasah. Oleh karena itu, para peserta diinstruksikan untuk menggali solusi konkret atas berbagai persoalan yang ada di unit kerja masing-masing selama masa pelatihan.
Dalam momentum pembekalan tersebut, Ketua Tim Aksi Percepatan Pembangunan Daerah (TAP2D) Tanah Bumbu, Prof. Murtir Jeddawi, turut memberikan arahan.
Ia menekankan pentingnya Aparatur Sipil Negara (ASN) mengadopsi paradigma governance yang mengintegrasikan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Langkah ini dinilai vital guna mengawal visi pembangunan RPJMD Tanah Bumbu 2025–2029 yang menitikberatkan pada tata kelola digital, ketahanan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan.







