BATULICIN – Kabupaten Tanah Bumbu terpilih menjadi salah satu daerah di Kalimantan Selatan yang mendapatkan pendampingan khusus dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI untuk mengimplementasikan program Ruang Bersama Indonesia (RBI). Dua desa di Bumi Bersujud resmi ditetapkan sebagai pilot project percontohan gerakan kolaboratif tersebut.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tanah Bumbu, Erli Yuli Susanti, mengungkapkan dua wilayah yang ditunjuk bertransformasi menjadi desa percontohan adalah Desa Madu Retno di Kecamatan Karang Bintang dan Desa Wonorejo di Kecamatan Satui. Penetapan ini dilakukan pasca-survei lapangan bersama tim kementerian pada Kamis (18/6/2026) lalu.
”RBI ini merupakan pengembangan dari program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) milik Kementerian PPPA, namun dengan cakupan yang jauh lebih luas. Tujuannya membangun ekosistem berbasis desa yang holistik dan berkelanjutan lewat sinergi dunia usaha, pemerintah, serta masyarakat setempat,” terang Erli Yuli Susanti dalam Sosialisasi dan Penguatan Komitmen RBI di Kantor Bupati Tanah Bumbu, Jumat (19/6/2026).
Agenda sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Adrianto Wicaksono. Langkah strategis ini ditandai pula dengan penandatanganan komitmen bersama antara kepala desa dan camat dari kedua wilayah percontohan tersebut.
Dalam amanat tertulis Bupati, dipaparkan bahwa Tanah Bumbu sejatinya mengantongi modal sosial yang kuat dengan tren indikator pembangunan gender yang positif. Rapor daerah mencatat Indeks Pembangunan Gender (IPG) Tanbu kini berada di angka 85,74, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) sukses ditekan ke level 0,557, serta raihan Indeks Kabupaten/Kota Layak Anak (IKK) yang menembus 78,46 dengan predikat Responsif Gender.
Meski angka makro sektoral menunjukkan performa impresif, pemkab menegaskan tidak akan mengendurkan kewaspadaan terhadap potensi kasus kekerasan domestik yang menimpa perempuan dan anak. Keberadaan RBI diproyeksikan menjadi ruang kreatif, wadah peningkatan keterampilan, sekaligus tameng proteksi hak-hak kelompok rentan di tingkat akar rumput demi menyongsong Indonesia Emas 2045.







